Jangan beli kucing dalam karung.
Ungkapan yang sering kita dengar; yang maksudnya kita harus mengenali benda atau seseorang yang kita inginkan. Dan ungkapan ini tampaknya sangat relevan dengan memilih Kepala Daerah yang kita inginkan di Pilkada apakah itu Pilkada Propinsi maupun Pilkada di Kabupaten dan Kota.
Pasangan Calon Kepala Daerah haruslah kita kenali, minimal tahu siapa mereka yang akan kita pilih itu nanti di Pilkada.
Mengetahui seseorang biasanya dihubungkan dengan sejumlah publik figur atau sosok yang sudah dikenal di masyarakat; paling tidak namanya sudah tenat dan tersohor.
Misalkan saja di Pilkada Propinsi Kalsel yang akan memilih 2 Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Terdapat 2 Paslon yakni Nomor Urut 1; Sahbirin Noor dan H. Muhidin. Siapa Sahbirin Noor ini selain dikenal sebagai Gubernur Petahana ? Dan siapa pula itu H. Muhidin.
Nah, dari penelusuran berbagai sumber; Sahbirin Noor ini sebelum terpilih menjadi Gubernur Kalsel periode 2015-2020 adalah Mantan Birokrat, dan yang mungkin banyak warga Kalsel belum tahu adalah Sahbirin Noor ini merupakan paman dari seorang pengusaha terkenal yaitu H. Syamsuddin atau terkenal dengan panggilan H. Isam.
H. Muhidin siapa ?
Pria yang sebelumnya merupakan rival Sahbirin Noor di Pilgub/Pilwagup 2015 ini adalah Mantan Walikota Banjarmasin yang berlatar belakang sebagai seorang pengusaha di bidang pertambangan batubara.
Kemudian Paslon Nomor Urut 2 untuk Propinsi Kalsel adalah; Denny Indrayana dan Difriadi Darjat. Denny Indrayana dikenal mulanya sebagai Jubir Presiden di masa SBY yang selanjutnya diangkat menjadi Wakil Menteri Hukum dan HAM.
Sementara itu Difriadi Darjat; seorang Mantan Birokrat yang sempat menjadi Wakil Bupati Tanah Bumbu mendampingi Mardani H. Maming pada periode 2010-2015.
Kita beralih ke Pilkada Kabupaten Tanah Bumbu. Terdapat 3 Paslon yakni Pasangan Syafruddin H. Maming dan M. Alpiya Rahman di Nomor Urut 1, lalu Pasangan Mila Karmila dan Zainal Arifin di Nomor Urut 2, kemudian Pasangan Zairullah Azhar dan HM. Rusli di Nomor Urut 3.
Di Nomor Urut 1; Syafruddin H. Maming disingkat SHM yang akrab dipanggil Cuncung ini merupakan kakak dari Mardani H. Maming, Mantan Bupati Tanah Bumbu 2 periode. Sedangan M. Alpiya Rahman disingkat MAR; sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu 2 periode sebelum mencalonkan sebagai Wakil Bupati mendampingi SHM (Cuncung).
Nomor Urut 2; Mila Karmila, Calon Bupati perempuan pertama di Tanah Bumbu ini berasal dari keluarga yang sangat biasa, seorang pengusaha di bidang properti. Sedangkan Zainal Arifin, Mantan Kepala Desa di Kecamatan Angsana yang juga seorang pengajar.
Dan Nomor Urut 3; Zairullah Azhar memiliki rekam jejak cukup panjang baik sebagai birokrat maupun politisi. Mantan Bupati Tanah Bumbu periode dari 2003 hingga 2010 ini sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan di era Gubernur Sjahriel Darham. Dan HM. Rusli, Mantan Birokrat yang sempat menjabat Lurah dan Camat di Tanah Bumbu. Yang mungkin tak terduga adalah HM. Rusli ini adalah kakak dari pengusaha H. Isam, atau kalau dikaitkan secara garis keluarga maka HM. Rusli adalah kemenakan atau ponakan dari Sahbirin Noor.
Untuk Pilkada Kabupaten Kotabaru terdapat 2 Paslon yakni Nomor Urut 1; Said Jafar dan Andi Rudi Latif, serta Nomor Urut 2; Burhanuddin dan Bahruddin.
Said Jafar, atau sering diakronimkan SJA (Said Jafar Aliderus); seorang pengusaha di bidang transportasi dan BBM yang memiliki lumayan banyak SPBU di beberapa daerah di Kalsel, ia ini juga merupakan Bupati Petahana Kotabaru. Sedangkan Andi Rudi Latif ini rekam jejak karirnya kurang diketahui, namun yang tak terduga adalah Andi Rudi Latif ini menurut beberapa media; adalah sepupu dari pengusaha H. Isam, yang berarti juga masih termasuk kemenakan atau ponakan dari Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin.
Burhanuddin, Wakil Bupati Petahana Kotabaru, sempat menjadi Anggota DPRD Propinsi Kalsel. Dan Bahruddin merupakan seorang pengajar alias guru.
Itulah sekelumit informasi dan gambaran dari Calon Kepala daerah di Kalsel yang akan berkompetisi di Pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Adalah hak dari warga pemilih mendambakan Kepala Daerah yang amanah untuk membangun daerah, sehingga mereka pun berhak mengetahui tiap sosok maupun figur yang bakal mereka pilih serta rekam jejaknya. (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.