"Rumah kami dilewati saja. Berbagi duit Rp 150 ribu itu difasilitasi Ketua RT. Mungkin mereka tahu kami mendukung siapa, makanya mereka tak mampir ke rumah," ungkap seorang warga di kawasan Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat, terkait adanya kegiatan bagi-bagi duit oleh tim relawan pemenangan satu Paslon.
Perihal adanya isu bagi-bagi duit sebanyak Rp 150 ribu per orang ini; bukan rahasia lagi, banyak warga yang mengaku menerimanya. Warga yang sudah menerima pemberian duit dianjurkan memilih satu Paslon nanti di Pilkada Tanah Bumbu pada tanggal 9 Desember 2020; rumahnya ditempeli semacam stiker sebagai tanda.
"Katanya sih nanti mereka akan memberi tambahan lagi, apalagi kalau bersedia pasti memilih Paslon yang dianjurkan mereka," ujar warga.
Tim relawan pemenangan Paslon yang berbagi duit ke warga itu tampaknya pilih-pilih dan tak asal memberikan duit ke warga. Misalnya di kawasan Kelurahan Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin yang bagi-bagi duitnya juga difasilitasi Ketua RT setempat; mereka mendatangi para warga yang kemungkinan sudah mereka survei terlebih dahulu.
"Di tempat saya di komplek perumahan malah tak pernah mereka datangi. Mungkin mereka sudah tahu kalau penghuni komplek di tempat saya itu bukan warga biasa, padahal kami kan juga punya hak pilih," ungkap seorang warga yang suaminya PNS.
"Kalau saya diberi saya ambil saja, saya kan tidak minta mereka yang datang memberi. Kalau disuruh memilih Paslon tertentu, nanti saja kalau sudah pas tanggalnya di bilik suara tak ada yang tahu saya coblos siapa kecuali saya sendiri nanti yang cerita," kata seorang warga di Kelurahan Gunung Tinggi.
Perihal adanya bagi-bagi duit ke para warga ini diingatkan oleh Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 1 Syafruddin H. Maming (SHM) dan M. Alpiya Rahman (MAR) yakni Mardani H. Maming, "kalau diberi duit, ambil saja, anggap saja itu rejeki bapak ibu. Nanti di bilik suara coblos Nomor Urut 1."
Peringatan Mardani ini juga diikuti oleh seorang Jurkam dari Paslon Nomor Urut 3 yang dengan berapi-api menyuarakan hal yang sama seperti Mardani lakukan.
Tak sedikit warganet yang usai menyaksikan video Jurkam yang beredar di grup-grup sosial media itu berkomentar, "ini kan niru-niru dan ikut-ikutan pak Mardani kampanye." (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.