"Kita boleh miskin tapi jangan mau dihargai dengan duit ratusan ribu rupiah untuk menjual hak pilih," ungkap Mardani H. Maming, Ketua Tim Pemenangan Paslon SHM-MAR, pada setiap kesempatan berkampanye di hadapan warga yang disambanginya.Ternyata ungkapan Mardani yang merupakan adik dari Calon Bupati Tanah Bumbu, Syafruddin H. Maming (SHM) atau akrab disapa Cuncung ini; bukan sekedar ungkapan kosong dan dianggap angin lalu. Warga Tanah Bumbu ternyata memang ada yang benar-benar sadar dan cerdas mengambil keputusan lebih mementingkan visi misi dan program Paslon serta menolak politik uang.
Contohnya Lia Amelia, warga Gg. Rahmad RT 2 Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat ini berserta seluruh anggota keluarganya dengan tekat bulat akan memilih Paslon Nomor Urut 1 SHM-MAR.
"Kami tak mengharapkan apapun dari Paslon Nomor Urut 1 terkecuali program layanan kesehatan dan pendidikan gratis dikembalikan seperti di masa pak Mardani jadi Bupati karena kami sudah merasakannya," ujar Lia, yang kesehariannya berjualan nasi goreng di kawasan sekitar Taman Edukasi Kecamatan Simpang Empat.
Lia pun dengan berlinang air mata bercerita tentang almarhumah ibunya yang sakit dan bolak balik berobat ke rumah sakit secara gratis hanya dengan membawa KTP.
"Ibu saya mulai sakit-sakitan pada 2014 dan masuk rumah sakit, dioperasi, biayanya sekitar Rp 20 juta. Dengan segitu bagi kami sekeluarga cukup banyak. Untunglah dengan program kesehatan gratis pak Mardani waktu jadi Bupati semuanya gratis," ujar Lia.
Ibunya Lia sudah meninggal pada 2017 lalu. Namun almarhumah ibunya berpesan kalau pun ia meninggal bila Mardani dan keluarganya mencalonkan jadi Bupati maka harus dipilih.
"Kami pun ingin anak-anak kami yang masih kecil bisa sekolah tinggi dan menjadi maju dengan program pendidikan gratis," tutup Lia. (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.