Setelah sekian tahun 'mangkrak' Komplek Perkantoran Kotabaru yang berada di Desa Sebelimbingan kini nasib kelanjutan pembangunannya masih mengambang alias belum jelas.
Mega proyek yang telah menghabiskan seratusan milyar lebih ini bak bangunan berhantu. Sepi, penuh semak belukar tak terawat. Bahkan sudah ada beberapa bagian yang rusak.
Entah karena tidak masuk skala prioritas pembangunan atau lagi-lagi karena anggaran yang "seret".
Masih belum jelas komitmen otoritas kebijakan akan dilanjutkan atau tidak pembangunan komplek perkantoran ini yang digadang-gadang akan menjadi pusat perkantoran megah dan modern di Kabupaten Kotabaru.
Seratus milyar lebih APBD yang tersedot kesana seakan menjadi mubazir bila tidak ada komitmen melanjutkan mega proyek ini. Jangan sampai terjadi pembiaran yang merugikan keuangan negara tanpa ada manfaat.
Pernah tercuat proyek pembangunan ini akan dilanjutkan tahun 2020, namun hingga memasuki pertengahan tahun 2021 belum juga ada tanda-tanda akan dimulainya kelanjutan pembangunan.
Relokasi pusat perkantoran ke Desa Sebelimbingan yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota ini mungkin kembali harus tertunda.
Akankah pemerintahan sekarang dengan masa efektif bekerja selama 3,5 tahun akan mampu merealisasikan penyelesaian pembangunan komplek perkantoran ini warga Kotabaru berdoa saja. Apalagi di tengah kondisi keuangan daerah yang tipis warga Kotabaru hanya bisa berharap mimpi memiliki komplek perkantoran bisa menjadi kenyataan. Atau berharap keajaiban seperti legenda Candi Sewu (Seribu) yang dibangun dalam 1 malam oleh Bandung Bondowoso untuk Roro Jongrang. (DBG)
*Tulisan di atas mengacu dan berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers; Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.