Lawan !
Ya, kebathilan dalam bentuk apapun wajib dilawan.
Masyarakat dalam skala kecil maupun rakyat dalam skala besar, wajib bersatu untuk melawan kebathilan. Melawan mulai dalam bentuk pemikiran, lisan hingga kekuatan.
Masyarakat di Indonesia sudah terbukti melakukan perlawanan di daerahnya masing-masing terhadap Kolonial Belanda yang bathil dan sewenang-wenang. Dalam skala besar kala itu rakyat Hindia Belanda melawan Kolonial Belanda yang mulai menancapkan kekuasaannya sejak tahun 1800 hingga mereka angkat kaki dari bumi Hindia Belanda yang kini dikenal sebagai Indonesia.
Kini siapa yang wajib dilawan ?
Siapa saja yang menggunakan Neo Kolonialisme (Nekolim) yang selalu didengungkan oleh Bung Karno ketika ia berkuasa. Nekolim kini dalam bentuknya yang baru yakni kapitalisme modern yang dengan rakus mencaplok sumber daya alam dan menguasainya dalam wadah oligarki, penguasaan secara berkelompok yang menjadi tuan atas masyarakat dan orang banyak.
Nekolim mencekik leher rakyat secara pelan tapi pasti hingga rakyat berhenti bernafas karena kehilangan sumber dayanya.
Nekolim yang dikuatirkan Bung Karno itu kini adalah perwujudan baru dari Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) atau Kompeni yang berwujud korporasi-korporasi milik pribadi maupun kelompok yang memonopoli berbagai usaha di semua sektor.
-Revolusi Perancis.
Pada 14 Juli 1789 rakyat Perancis menyerang penjara Bastille, yang merupakan simbol kesewenangan pemerintahan adau negara di bawah Raja Louis XVI. Padahal saat itu di dalam penjara hanya terdapat 7 tahanan. Namun rakyat sudah muak terhadap perlakuan negara dengan penguasa yang tiran.
Masyarakat dan rakyat negeri ini sudah pernah membuktikannya ketika meruntuhkan rezim Orde Baru yang berkuasa lebih dari 3 dekade.
Apakah rakyat masih perlu turun ke jalan di masa sekarang yang tampak kondusif ?
Kenapa tidak. Masyarakat di daerah masing-masing tak ada salahnya turun ke jalan untuk melawan para tiran yang menguasai berbagai sumber daya alam untuk kelompoknya saja.
Jangan pernah pesimis untuk melawan Nekolim. Soeharto yang berkuasa 32 tahun dengan berbagai pendukung di belakangnya saja bisa tumbang apalagi cuma tiran lokal yang usianya masih relatif baru.
Tiran atau penjelamaan Kompeni di masa sekarang berkomplot dengan para oknum Birokrat dan Pejabat yang koruptif, mereka ini musuh abadi masyarakat dan rakyat yang merindukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Red)
*Tulisan di atas mengacu dan berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers; Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.