Aliansi LSM Kotabaru menyesalkan Pemkab Kotabaru tak melibatkan LSM dalam pembahasan dana kompensasi tambang senilai Rp 700 milyar.Hal ini diungkapkan Ketua Aliansi LSM Kotabaru, Rohmat Iswanto pada Rapat Dengar Pendapat (RDP, hearing) di ruang rapat gabungan gedung DPRD Kotabaru, Senin (21/09/21).
Dalam pemaparannya di hadapan para Anggota DPRD dan unsur Muspida, Rohmat menyesalkan hal tersebut, padahal dari rapat sebelumnya Pemkab Kotabaru menjanjikan LSM akan dilibatkan dalam pembahasan sekaligus pengawasan penggunaan dana kompensasi tersebut.
"Pada rapat sebelumnya kami dijanjikan akan dilibatkan dalam pembahasan dana kompensasi dari Sebuku Group, tapi kenyataannya tidak demikian, kami tidak pernah dilibatkan," tegas Rohmat.
Menurutnya, penggunaan dana kompensasi dari Sebuku Group ini harus benar-benar trasnparan dan dengan perencanaan yang baik.
"Jangan seperti belanja, hari ini ingin beli pentol atau besok ingin sanggar," ungkapnya menganalogikan carut marutnya realisasi dana kompensasi tambang tersebut.
Di akhir pemaparannya Rohmat kembali mempertanyakan list kegiatan, anggaran dan kontraktor yang mengerjakan yang sudah beredar luas di masyarakat; apakah data yang bererar itu benar, ia mohon penjelasan dari pihak eksekutif dan pihak perusahaan. (RNS)
Penulis : Ronal Sitompul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.