Situasi simalakama. Itulah yang terjadi terhadap Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kotabaru. Di tengah tuntutan profesionalitas kinerja yang harus tinggi, anggaran SKPD ini justru sangat minim.
Keberadaan instansi tampaknya dianggap tidak produktif sebagai penghasil, tapi jangan lupa justru keberadaannya sangat penting.
Pemadam Kebakaran contohnya, saat situasi seperti saat musibah kebakaran seperti kemarin eksistensi mereka di garis depan patut diapresiasi.
Dalam 24 jam secara bergantian mereka dituntut "standby" bersiaga. Satuan Pemadam Kebakaran bukan saja penyelamatan dan pertolongan manusia tetapi juga penyelamatan hewan buas.
Armada Satuan Pemadam Kebakaran Kotabaru saat ini yang siap tempur hanya 3 unit armada pemadam dan 1 unit tangki, sedangkan 2 unit lainnya kini rusak parah.
Situasi anggaran yang sangat minim bahkan hanya untuk BBM harus "bejarat parut" tapi kewajiban pelayanan harus menjadi skala prioritas. Begitu juga untuk pemeliharaan kecil armada saja sangat berat. Tak jarang para pimpinan harus urunan untuk menunjang operasional di lapangan termasuk perbaikan dan pembelian peralatan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik.
Pemerintah daerah dan DPRD sudah seharusnya memperhatikan kondisi ini. DPRD Kotabaru diharapkan bisa mengakomodir usulan kebutuhan armada pemadam kebakaran; mobil tangki dan mobil penyelamatan. Pemerintah Daerah dan DPRD juga seharusnya bisa mengakomodir kebutuhan opersional di lapangan termasuk pengamanan (safety) petugas. Bayangkan bila sampai armada tidak bisa beroperasional padahal ada situasi yang harus diselamatkan pasti instansi yang akan korban "bully" masyarakat.
Pemadam Kebakaran tidak merasa menjadi "super hero" mereka berjibaku di lapangan hanya untuk bentuk tanggungjawab melayani kemanusian.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kotabaru, Khairian Anshari, mengatakan meski dalam keterbatasan anggaran pihaknya memastikan dan menjamin pelayanan akan terus berjalan.
Khairian Anshari juga mengatakan sangat mengapresiasi relawan Balakar yang luar biasa. Mereka (relawan balakar) patut mendapat penyediaan asuransi dalam rangka menjamin tugas-tugas mereka.
"Setiap kejadian berlangsung kami bersyukur dibantu para relawan Balakar Saijaan, Damkar swasta/perusahaan, bahkan Damkar dari kabupaten"tetangga" Tanah Bumbu juga hadir memberikan bantuan. Konektivitas penanganan dengan pihak lain terus kami lakukan untuk mengatasi keterbatasan," jelas Khairian Anshari. (DBG)
Mudahan ada hikmah nya aja pak..
BalasHapusApa kita lakukn selama ini..
Aaamiiinnn...
Kita berharap Pemkab lebih memperhatikan instansi ini sama dengan yg lainnya.
Hapus