Itulah pertanyaan yang banyak dilontarkan oleh tak sedikit warga baik pengguna sosial media maupun yang bukan; terkait ditolaknya bantuan beras ke para anak yatim yang dikelola oleh Yayasan Darul Azhar yang didirikan dan dikelola Zairullah Azhar, Mantan Bupati Tanah Bumbu periode 2003-2010.
Beras bantuan yang sudah menjadi rejeki para anak yatim selama 8 tahun dari Yayasan H. Maming 69; ditolak hanya dengan dalih adanya isu usai Pilkada akan dihentikan oleh Mardani H. Maming, pendidri dan pengelola Yayasan H. Maming 69 yang nota bene adalah Mantan Bupati Tanah Bumbu 2 periode.
"Sedih dan akan menangis saya mengingat rejeki para anak yatim yang dikaitkan dengan Pilkada," ungkap Mardani H. Maming.
"Kenapa tidak dari dulu-dulu ditolak sehingga berjalan selama 8 tahun ?" keheranan warga sekaligus pertanyaan.
Disamping yang mempertanyakan, tak sedikit pula yang 'nyinyir' seolah menghakimi kenapa soal bantuan itu dibeberkan ke publik.
"Kalau membantu itu mestinya ikhlas, tak perlu koar-koar agar diketahui banyak orang," ujar tak sedikit warganet di platform sosial media terutama Facebook.
Karena tak setiap orang mau berpikir secara netral terkait masalah tersebut, sehingga yang muncul adalah polemik yang hanya bertumpu pada pendapat pribadi; suka dan tidak suka.
Sebelum menjelang Pilkada masalah bantuan beras dari Yayasan H. Maming 69 ke para anak yatim itu tak pernah muncul ke publik dan menjadi objek pemberitaan. Namun kini di saat gencar masing-masing Pasangan Calon berkampanye; mencuatlah masalah tersebut ke permukaan. Reaksi akan muncul karena adanya aksi, seperti ungkapan banyak orang; tak mungkin ada asap jika tak ada api.
Dari pernyataan Mardani H. Maming dapat diketahui kalau pihaknya tak punya maksud untuk menghentikan bantuan beras tersebut, "kami memberikan bantuan beras tapi mereka kemarin menolak." (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.