Para warga di Dapil III Kabupaten Kotabaru diketahui sangat minim menghasilkan lulusan sarjana, selain terkendala faktor ekonomi warganya, juga jaraknya yang lumayan jauh dari pusat ibukota kabupaten, yang kalau mereka harus menempuh pendidikan di perguruan tinggi; maka selain akan mengeluarkan biaya pendidikan, juga biaya lainnya seperti kontrak tempat tinggal serta biaya hidup sehari-hari.
Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru dari Partai Perindo, Rabbiansyah atau Robi menyampaikan permasalahan tersebut. Menurutnya kebanyakan para orangtua di Dapil yang diwakilinya itu setamat SLTA kebanyakan anak warga memilih berkerja di perkebunan kelapa sawit atau menikah.
"Alhamdulillah sampai hari ini bisa ikut berperan untuk meningkatkan SDM di Dapil III dengan berupaya memfasilitasi anak-anak masyarakat dan anak-anak kaum buruh yang tergolong tidak mampu untuk bisa kuliah secara gratis sampai wisuda, bahkan mereka mendapatkan uang biaya hidup sebesar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta per bulan," ungkap Robi.
Fasilitas tersebut melalui Program Pemerintah Pusat yaitu Program KIP KULIAH yang dulu disebut BIDIK MISI, adapun rincianya; Tahun 2019 sebanyak 9 orang, Tahun 2020 = 23 orang dan Tahun 2021 = 38 orang dengan total keseluruhan 70 orang.
Atau jika dirinci lagi di Tahun 2019 = anak masyarakat sebanyak 4 orang dan anak buruh sebanyak 5 orang, Tahun 2020 = anak masyarakat sebanyak 18 orang dan anak buruh sebanyak 15 orang, Tahun 2021 = anak masyarakat sebanyak 20 orang dan anak buruh sebanyak 8 orang; total anak masyarakat sebanyak 42 orang dan anak buruh sebanyak 28 orang.
Ke 70 orang tersebut tersebar di Perguruan Tinggi diantaranya Uniska (Universitas Islam Kalimantan) Banjarmasin, STIE WP Tanah Grogot, Stiper Muhammadiyah Tanah Grogot, Poltek Kotabaru, STIKIP Paris Barantai Kotabaru dan STIE Indonesia Banjarmasin. (Anto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.