Dikarenakan mungkin kehabisan bahan untuk memojokkan Paslon Nomor Urut 1 yang didukung oleh Mantan Bupati Tanah Bumbu 2 periode, Mardani H. Maming (MHM) yang cukup berhasil membangun Tanah Bumbu, muncul berbagai isu yang menjurus ke praktik kampanye hitam.
Diantaranya yang menuding Mardani H. Maming menumpuk kekayaan selama menjadi Bupati dan membawa lari kekayaannya ke Singapura setelah tak menjabat.
"Jauh sebelum menjadi Bupati keluarga kami sudah sejahtera. Selama menjadi Bupati saya tak pernah mengambil gaji tapi saya serahkan ke pengurus parpol karena dukungan mereka lah sehingga saya bisa jadi Bupati," ungkap Mardani, yang merupakan adik dari Syafruddin H. Maming (SHM) atau akrab disapa Cuncung, Calon Bupati Tanah Bumbu yang berpasangan dengan M. Alpiya Rahman (MAR).
Diketahui keluarga Mendiang H. Maming, atau ayah dari SHM dan MHM; merupakan seorang tokoh warga di Batulicin yang sempat menjadi 'Pembakal' atau Kepala Desa sekaligus seorang pengusaha di bidang industri perkayuan dan pelayaran rakyat.
"Untuk menjadi seorang pemimpin yang handal dan mumpuni itu harus memiliki ilmu, pengetahuan dan kecerdasan di atas rata-rata. Maka dari itulah saya menyekolahkan anak-anak saya di Singapura, supaya mereka bisa lebih hebat dari saya nantinya," terang Mardani.
Perlu juga diketahui Tanah Bumbu memperoleh beberapa kali predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI sebagai predikat tertinggi di bidang pengelolaan keuangan Pemerintah; adalah di masa Mardani menjadi Bupati, sebelumnya belum pernah sama sekali. (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.