Wacana pembangunan Mesjid Apung di Siring Laut terasa "indah" di telinga warga Kotabaru.Rencana Megaproyek yang dianggarkan sebesar Rp 70 milyar secara multi years dari APBD Kotabaru memang kedengarannya sangat terasan indah.
Rencana Pembangunan Mesjid Apung yang berlokasi di Siring Laut yang mencuat saat Sidang Paripurna DPRD Kotabaru, Kamis (30/09/21), banyak mendapat "applause" tepuk sorak namun tak sedikit juga yang kurang merespon baik.
Alasannya mereka yang kurang merespon itu karena alasan dan dalih masih banyak jalan-jalan di pelosok yang memerlukan perhatian karena rusak parah. Padahal jalan itu merupakan jalan akses utama warga dalam menunjang roda perekonomian.
Tak sedikit yang menganggap wacana yang dianggap masih belum perlu dimana masih banyak sarana dan prasarana yang memerlukan perhatian khusus.
Bersolek menghias diri boleh dan sah-sah saja. Namun dibalik itu perlu ditunjang dengan kesejahteraan warga di pelosok yang masih banyak belum tersentuh perbaikan terutama masalah jalan.
Rencana pembangunan megaproyek Mesjid Apung di Siring Laut memang bisa menjadikan wajah baru Kotabaru. Tapi jangan lupa juga kesejahteraan warga di pelosok juga harus diutamakan. Atau karena terinspirasi dan ingin bersaing dengan Kabupaten Tetangga, Tanah Bumbu yang saat ini sedang membangun Mesjid Apung ? (DBG)
*Tulisan di atas mengacu dan berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers; Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.
Penulis : Deddy Amier
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Momentar Anda adalah cerminan otak Anda, maka lebih baik diam daripada sok tahu.